Apakah Aman Seks Saat Menstruasi

GAIRAH seks bisa datang kapan saja, tak terkecuali ketika wanita mengalami menstruasi. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika gairah seks muncul dalam keadaan tersebut?

Seks bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang tepat dan momen yang pas. Namun, bagaimana ketika wanita sedang kedatangan tamu bulanan sementara libido seksual sedang memuncak? Apa yang seharusnya dilakukan oleh para pasangan? Apakah tetap melakukan agenda seks atau menundanya hingga waktu menstruasi selesai?

Bagi sebagian orang mungkin hal tersebut sebuah larangan karena keberadaan menstruasi membuat ketidaknyamanan bagi agenda bercinta. Namun, berdasarkan sebuah penelitian, seks bisa menjadi agenda menyenangkan ketika wanita mengalami menstruasi sekalipun.

Berhubungan seks selama menstruasi merupakan pereda nyeri yang efektif bagi wanita, seperti diinformasikan ginekolog Dr Vrushali Lampat, seperti dirilis Times of India.

Dia mengatakan, “Seks akan memunculkan hormon endorphin yang dikenal baik untuk mengurangi nyeri haid dan kram yang muncul. Pada gilirannya, hormon ini pun ampuh melepaskan depresi, rasa cemas, dan marah-marah yang sering muncul saat wanita sedang menstruasi.”

Aktivitas fisik juga menyebabkan kontraksi tambahan yang melepaskan darah lebih cepat dan dalam jumlah lebih dari biasanya. Hal ini tentu akan mengurangi durasi menstruasi.

Riset pun mengatakan bahwa wanita justru menikmati seks ketika dilakukan saat mereka menstruasi. Dr Lampat menambahkan, “Beban di daerah panggul dan alat kelamin selama seks menyebabkan kenikmatan tingkat tinggi bagi wanita.”


Meski demikian, pakar konsultasi seks Dr Ganesha Raisinghani menyarankan, “Meskipun itu adalah waktu ideal untuk berhubungan seks tanpa kondom yang sering membuat pria tidak nyaman, namun ancaman terkena infeksi bagi wanita pun terbilang rentan. Jadi, kami menyarankan untuk tetap menggunakan perlindungan setiap saat. Tak hanya itu, seks oral dan eksperimen dengan posisi berbeda pun sebaiknya dihindari sama sekali."


» Read More...

Menyehatkan Tidur Telanjang

Telanjang alias tidak mengenakan pakaian sering diartikan sebagai hal yang tabu bagi kebanyakan orang. Tapi ternyata bugil di saat-saat tertentu juga baik untuk kesehatan.

Telanjang tidak melulu berhubungan dengan kegiatan seksual atau pornografi. Banyak manfaat yang diperoleh dengan tidak mengenakan pakaian sehelai pun.

Tapi tentunya telanjang harus dilakukan di waktu dan tempat tertentu, bila Anda tidak ingin dicap 'aneh' atau 'porno' atau jadi korban orang iseng.

Seperti dilansir dari associatedcontent, berikut beberapa manfaat kesehatan dari telanjang:

1. Distribusi panas tubuh
Tidur tanpa mengenakan pakaian memungkinkan udara terdistribusi dengan baik, sehingga panas tubuh pun dapat terdistribusi dengan baik. Hal ini akan melancarkan sistem sirkulasi dalam tubuh Anda. Diperkirakan bahwa tidur dengan mengenakan pakaian dapat membatasi aliran udara di kulit dan mengganggu penguapan keringat.

Tidur tanpa mengenakan pakaian juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Dengan cara ini, tubuh lebih cepat rileks dan lebih nyenyak, juga dapat membuat Anda lebih segar pada saat bangun.

2. Meningkatkan kesuburan
Tidur tanpa pakaian dapat meningkatkan kesuburan pria. Pakaian yang digunakan pada saat tidur dapat meningkatkan panas, terlebih lagi bila pakaian yang dikenakan ketat. Hal ini dapat membatasi jumlah sperma dan tentunya dapat mempengaruhi kesuburan.


3. Mengurangi infeksi jamur
Bila Anda memiliki kolam renang pribadi, maka tak ada salahnya mencoba berenang tanpa mengenakan pakaian. Berenang tanpa pakaian akan mengurangi kesempatan terserang infeksi jamur pada pakaian renang yang basah. Biarkan tubuh Anda marasakan sensasi air di seluruh tubuh, ini akan membuat Anda lebih nyaman dan menyenangkan.

Tapi kebanyakan orang tidak punya cukup waktu untuk melepas semua pakaiannya. Orang mungkin hanya melepas pakaian yang melekat pada tubuhnya pada saat mandi. Cara menyiasatinya dengan melepaskan pakaian di kamar tidur, bukan kamar mandi atau dengan tidur tanpa mengenakan pakaian.

Sumber

» Read More...

Manfaat Masturbasi Bagi Wanita

Di kalangan wanita, masturbasi boleh dibilang amat jarang menjadi bahan perbincangan. Selain belum dapat dikatakan sebagai aktivitas yang lazim dilakukan, masturbasi seolah juga masih tabu dibicarakan di kalangan wanita. Padahal, masturbasi memberikan manfaat yang sama besarnya bagi wanita.

Sementara itu,pria sering kali saling meledek soal aktivitas seksual yang dilakukan sendiri ini. Namun jika mau jujur, sebenarnya mereka amat terbantu dengan kemampuan “swalayan” ini.

Tidak heran, para sex therapist pun tidak berhenti mengadakan penelitian mengenai aktivitas ini. Mereka merekomendasikan masturbasi untuk wanita yang mengalami kesulitan mencapai orgasme karena membantu mereka mengenali tubuh dan apa yang menyenangkan bagi mereka. Masturbasi pada wanita dapat memberikan manfaat, baik bagi kesehatan, maupun hubungan wanita dengan pasangannya.

Apa saja manfaat tersebut?
1. Masturbasi dapat memperbaiki mood, tanpa kewajiban melakukan seks berpasangan.
“Masturbasi dapat memperbaiki mood yang turun,” ungkap Kathleen Segraves, PhD, sex therapist dan guru besar tamu bidang psikiatri di Case Western Reserve University.
Dengan solo sex, perhatian tidak akan teralih, dan Anda bisa fokus pada pengalaman Anda sendiri tanpa perlu memastikan pasangan juga menikmati atau tidak,” tambahnya. Hal ini tidak perlu diartikan Anda tidak mempedulikan pasangan. Namun, bahwa sekali-sekali Anda juga boleh kok memikirkan diri sendiri, begitu kata para pakar.

2. Masturbasi dapat memperbaiki kehidupan seks bersama pasangan.
Wanita yang bermasturbasi secara rutin dapat mempelajari apa yang menyenangkan untuk mereka. Hal itu dikatakan Segraves. “Hal itu dapat membantu kepercayaan diri secara seksual, dan membantu membimbing pasangan jika Anda memiliki pasangan,” ujarnya. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada pasangan, “Taruh tanganmu di sini,” tanpa merasa malu, kata Segraves.


3. Masturbasi membantu Anda rileks.
Saat menghadapi hari yang menyebalkan, wanita sering terpengaruh, dan berpikir, “Bagaimana ya, harus memperbaikinya?” Menurut para peneliti, dibandingkan pria, wanita lebih mungkin mengingat-ingat perdebatan atau hubungan yang buruk dengan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan stres. Jika Anda bisa mulai menyenangkan diri sendiri, Anda dapat meredakan stres yang diakibatkan oleh pikiran-pikiran semacam itu.
Memang tidak selamanya dapat mengatasi, tetapi setidaknya dapat membantu. Demikian menurut Segraves.

4. Masturbasi dapat mengurangi nyeri saat haid.
Kebiasaan bermasturbasi dilaporkan dapat membantu mengurangi kram perut saat menstruasi, dan memperbaiki gejala PMS lain, seperti rasa mudah marah atau mudah tersinggung. Masturbasi yang berlanjut
hingga orgasme bahkan dapat membantu mengurangi migrain.

Meskipun orgasme kadang-kadang ditemukan sebagai pemicu migrain, aktivitas tersebut juga dapat menguranginya. Demikian menurut beberapa penelitian. Para ilmuwan berspekulasi bahwa beberapa faktor
yang dikaitkan dengan orgasme (sendiri atau bersama pasangan) dapat menyembunyikan rasa sakit, atau proses migrain.

 Sumber

» Read More...

Latihan Membuat Perawan Terasa kembali

Ini adalah rahasia wanita yang sederhana tapi ampuh, yaitu cara membuat vagina enak legit, yang akan membuat pasangan pria merasa sangat puas dan selalu ketagihan, cara ini mudah dan praktis sekali dan sama sekali tak meimbulkan efek samping, tapi harus di jalankan secara maksimal untuk mendapat hasil yang maksimal pula.

Bagaimana caranya ? Simak baik-baik di berikut ini:
Setiap bangun tidur di pagi hari saat anda kekamar mandi untuk membuang air kecil-pipis atau mandi, maka lakukanlah secara rutin, langkah-langkah di bawah ini, jika di lakukan setiap hari bagus dan sehat dan maksimal, atau paling tidak sebulan sekali.


latihan senam kegel
Perbedaan Vagina Yang "Longgar" (kanan) dan yang "Perawan" (kiri)
Saat di kamar mandi dan setelah pipis, ambilah posisi berjongkok, boleh sambil telanjang bugil supaya lebih nyaman, lalu masukan kedalam liang vagina anda jari tengah atau telunjuk anda sampai pangkal jari, lalu berkonsentrasilah pada otot-otot dalam liang kemaluan anda itu untuk melakukan gerakan memijit-mijit jari yang anda masukan itu, boleh sekuatnya tapi jangan di paksa/ambil nyaman-nya saja. Disini anda boleh juga memainkan jari anda itu sambil anda nikmati sebagai masturbasi, yang terpenting di sini adalah konsentrasi anda pada otot vagina untuk melakukan gerakan mencengkeram dan memijit-mijit jari anda dengan kuat.

Berapa lama anda perlu melakukan itu? Cukup minimal 5 menit saja (lebih lama boleh dan lebih bagus dan cepat hasilnya tentunya), ya, cuma 5 menit saja yang penting rutin dan disiplin setiap pagi selama sebulan untuk tahap awal, setelah lewat sebulan anda akan memperoleh hasilnya yang akan membuat pasangan intim anda kagum dan kenikmatan, dan anda bisa melakukannya cukup seminggu sekali atau sebulan sekali, kalau mau lebih sering juga boleh, dan bagus karena di sini ibarat orang olah raga yang sehat.

Rasakan nanti hasilnya, vagina anda akan kencang, legit dan serasa perawan bagi yang sudah tak perawan.
  • Kenapa bisa begitu? Karena sebenarnya ukuran lubang vagina wanita takpernah berubah sejak perawan sampai ber-anak 5 pun ukuran-nya sama.
  • Lalu kenapa vagina gadis umumnya rasanya lebih sempit sedangkan vagina ibu yang sudah punya anak  rasanya seolah longgar? Karena vagina yang sudah sering di masuki Mr.P atau yang sudah pernah melahirkan, otot-otot serta syaraf pada vaginannya ter-sugesti atau terbiasakan untuk membuat gerakan cenderung melebar sesuai ukuran/diameter benda yang yang biasa/pernah di masukan kedalamnya, jadi bukan diameter/volumenya yang melebar, berbeda dengan vagina seorang gadis yang masih perawan atau yang masih jarang kemasukan benda, otot serta syarafnya masih sensitif dan peka dan cenderung melakukan gerakan merapat atau mencengkeram.
Maka dari itu latihan yang anda lakukan di kamar mandi itu akan memberi rangsangan serta sugesti kembali pada otot dan syaraf bawah sadar tubuh anda terutama bagian kemaluan untuk kembali mencengkeram serasa perawan kembali bahkan bisa lebih nikmat dan seret dari rasa perawan aslinya.
Selamat mencoba.

Sumber

» Read More...

Mencegah HIV dengan Khitan

Penelitian mengungkapkan, khitan mampu memperkecil efek transmisi HIV. Berkat khitan, penularan HIV bisa dicegah 50-60% di Amerika Serikat (AS). Hasil riset ini dipresentasikan di XVIII International AIDS Conference di Wina, Austria.

Studi ini dilakukan pada warga Afrika dari 2005-2007. Hasil menunjukkan tingkat penularan HIV menurun terhadap pria yang melakukan khitan. Uji klinis pun dilakukan di Uganda, Kenya dan sub-Sahara Afrika Selatan. Hasilnya khitan mampu menurunkan resiko penularan HIV wanita ke pria sebesar 50-60%. Keberhasilan uji ini diharapkan juga bisa berhasil untuk pasangan homoseksual AS. “Khitan melindungi pria heteroseksual agar tak tertular HIV dari pasangan wanitanya,” kata penulis studi baru ini sekaligus peneliti pasca-doktoral University of Pittsburgh, Chongyi Wei.

Namun, hasil studi tak sama pada pria homoseksual. Dalam studi baru, para peneliti University of Pittsburgh melakukan survey pada 521 pria gay dan biseksual di San Francisco. Peneliti menemukan, 115 orang (21%) adalah HIV positif . Sedangkan yang 327 orang  (63%) telah disunat tercatat negatif HIV. Dari 69 orang tersisa (13%), hanya tiga orang (0,5%) mengatakan bersedia berpartisipasi dalam uji klinis khitan dan pencegahan HIV.
Para peneliti mengungkapkan temuan mereka ke seluruh populasi pria gay dan biseksual San Francisco yang diperkirakan mencapai 65 ribu orang. Hasilnya, hanya 500 pria berpotensi benar-benar mendapat manfaat dari khitan. Dari kelompok itu, “Sedikit pria bersedia dikhitan meski terbukti menjadi strategi pencegahan HIV yang efektif di antara para pria gay dan biseksual," kata Wei.

Pada kenyataannya, hanya empat (0,7%) dari peserta studi bersedia melakukan khitan jika hal ini kasusnya. Perbedaan antara hasil uji klinis di Afrika dan AS adalah, penyebab utama infeksi HIV di Afrika adalah seks heteroseksual, sementara seks homoseksual menjadi penyebab utama penularan di AS, papar Wei. “Kesimpulan utama studi kami adalah, khitan memiliki dampak yang sangat terbatas pada epidemi HIV di kalangan pria gay atau biseksual di San Francisco karena banyak dari mereka yang sudah dikhitan,” ujar Wei.
Selain itu, sebagian besar pria gay atau biseksual berpartisipasi dalam kedua peran reseptif (pasangan yang dianal) dan insertif (pasangan yang melakukan anal). Karena khitan hanya meningkatkan perlindungan bagi pria insertif, maka pada kalangan ini, khitan tak akan melindungi pria dari semua tindak seksualnya. Menurut American Urological Association (AUA), khitan diyakini bisa mengurangi risiko penularan HIV dengan membuang bagian kulup paling rentan infeksi virus.

“Khitan di AS sudah sangat umum. Alhasil, khitan bisa menjadi strategi sejumlah pria untuk mencegah HIV potensial saat dewasa,” lanjut Wei. Hasil studi menunjukkan, khitan jelas memiliki potensi bermanfaat untuk pelaksanaan program-program pencegahan HIV. Praktek ini memang jarang sekali terjadi di Afrika. Namun, khitan kini sedang digalakkan di beberapa negara di Afrika.

Sumber : www.inilah.com

» Read More...

Penurunan Kesehatan Pria usia 40 tahun

Kondisi Umum : Pada usia ini, pria mengalami penurunan sedikit kemampuan, yaitu tak seenergik pria yang berusia 20 tahun, misalnya. Jika seumpama seorang pria sejak muda punya kebiasaan kurang tidur, di usia 40 tahun ia biasanya sudah mengalami kelelahan.

Dalam melakukan olahraga mesti perhatikan beberapa hal, apalagi jika memiliki hipertensi atau penyakit jantung. Pria yang bertubuh gemuk pada usia 40 tahun ke atas sebaiknya mengurangi olahraga beban. Karena ada kemungkinan sudah ada masalah dengan otot atau persendian. Jadi jangan terlalu memaksakan untuk melakukan suatu kegiatan olahraga yang cukup berat.

Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai, yaitu penyakit-penyakit degeneratif (penyakit yang terjadi karena bertambahnya usia). Penyakit-penyakit ini terjadi terutama karena pola hidup yang kurang sehat, misalnya tidak memperhatikan makan (kandungan asam urat, kolesterol, garam). Maka bisa saja di atas 40 tahun akan mengalami berbagai penyakit, apalagi jika didukung faktor risiko lain seperti kegemukan.

Beberapa penyakit atau konsekuensi yang mungkin muncul:
- Serangan jantung koroner. Penyebabnya antara lain rokok, hipertensi, kegemukan, peningkatan kekentalan darah, kencing manis, kurang olah raga, dan stres yang berat.
- Peningkatan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menumpuk di pembuluh darah terutama di pembuluh darah otak dan jantung koroner. Jika memiliki faktor lain seperti kegemukan, merokok, dan kencing manis, risiko terjadinya serangan jantung atau stroke makin meningkat.
- Kadar asam urat tinggi. Mengakibatkan terjadinya peradangan pada sendi kaki. Sendi membengkak dan menimbulkan nyeri yang hebat. Bisa menumpuk di ginjal menyebabkan terbentuknya pasir dan batu ginjal.

Seks :
Pada usia 45 tahun ke atas, penurunan fungsi tubuh semakin nyata. Kadar hormon testosteron semakin menurun, demikian juga hormon yang lain. Massa otot dan kekuatan otot mulai menurun, lemak tubuh meningkat, dan berbagai penyakit muncul yang dapat mengganggu fungsi seksual, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta kolesterol tinggi.

Faktor psikis juga dapat mengganggu fungsi seksual, misalnya kejenuhan dengan suasana sehari-hari, hilangnya kemesraan dengan pasangan, hilangnya daya tarik pasangan, kekecewaan, dan kejengkelan.

Di samping fungsi seksual, kesuburan pria juga menurun. Kuantitas dan kualitas sel spermatozoa juga menurun. Jadi, tidak benar anggapan yang menyatakan kesuburan pria tetap tinggi walaupun usia sudah lanjut. Karena itu dianjurkan pada usia di atas 40 tahun, pria dan perempuan sebaiknya tidak mempunyai anak lagi.

 Sumber : http://www2.kompas.com

» Read More...

Apa itu Orgasme

Orgasme berarti pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikiran difokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan.

Dalam riset asli siklus respon seksual manusia, orgasme merupakan tahap yang ketiga dari 4 tahap, terjadi setelah tahap peningkatan dan sebelum fase penyelesaian. Model siklus respon seksual lain yang diterima luas yang dikembangkan oleh Helen Singer Kaplan, MD, PhD. melibatkan hanya 3 tahap: gairah, kesenangan dan orgasme.

Orgasme berbeda dari satu orang ke orang lain dan untuk setiap individu pada waktu yang berbeda. Terkadang orgasme merupakan gelombang sensasi yang meletup-letup dan menakjubkan, sementara lainnya lebih ringan, halus dan tidak terlalu kuat. Perbedaan intensitas orgasme dapat disebabkan faktor fisik, seperti kelelahan dan lamanya waktu sejak orgasme terakhir, sekaligus juga faktor psikososial, termasuk suasana hati, hubungan dengan pasangan, aktivitas, harapan, dan perasaan mengenai pengalaman itu.
 
 Fisiologi orgasmeAda beberapa komponen fisiologis dari orgasme. Pertama, orgasme merupakan respon total tubuh, bukan hanya kondisi pinggul. Pola gelombang otak telah menunjukkan perubahan yang nyata selama orgasme, dan otot-otot pada banyak area tubuh yang berbeda berkontraksi selama tahap respon seksual ini. Beberapa orang mengalami kontraksi otot wajah yang tidak disengaja, menghasilkan mimik yang tampak seperti meringis atau ekspresi ketidaknyamanan atau ketidaksenangan, namun ini sebenarnya indikasi dari rangsangan seksual yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area orgasme pada wanita tidak bergantung pada area genital saja melainkan area tubuh pun dapat membuat wanita orgasme bila dirangsang dengan baik 

Ciri fisik yang paling khas dari orgasme adalah sensasi yang ditimbulkan oleh kontraksi ritmik berkelanjutan dari otot pubokoksigeus. Bersamaan dengan kontraksi dari Spinkter anal (otot cincin yang menyempitkan atau meregangkan mulut dubur), rectum dan perineum, rahim dan lapisan luar ke-3 vagina (landasan orgasmik), klitoris tertutup clitoral hood, daerah sekitar kelamin berwarna merah, labium minor berubah warnanya menjadi gelap untuk wanita, dan pembuluh dan otot ejakulatori di sekitar penis untuk pria, ini menyusun refleks orgasme. Beberapa kontraksi pertama kuat dan dekat satu sama lain, terjadi dalam interval sekitar 0,8 detik. Sementara orgasme berlanjut, kontraksi akan berkurang baik secara intensitas maupun lamanya, dan terjadi pada interval yang lebih jarang.

Walau terdapat perbedaan anatomi antara alat kelamin pria dan wanita, orgasme pada pria dan wanita secara fisiologis dan psikologis, atau subjektif, sangat serupa. Sebenarnya, penelitian telah dilakukan dimana para 'ahli' tidak dapat menentukan jenis kelamin dengan pasti saat membaca gambaran orgasme-orgasme yang semua petunjuk anatominya dihilangkan
Penggambaran orgasme

Para wanita telah menjelaskan bahwa sensasi orgasme dimulai dengan perasaan tegang, lalu diikuti dengan cepat oleh perasaan nikmat yang biasanya mulai di klitoris dan menyebar ke pinggul. Alat-alat kelamin seringkali digambarkan menjadi hangat, seperti disetrum atau geli, dan sensasi fisik ini biasanya menyebar melalui beberapa bagian dari tubuh. Kebanyakan wanita juga merasakan kontraksi otot di vagina atau pinggul bawah mereka, sering disebut sebagai 'denyut pinggul'.

Perasaan subyektif orgasme pada pria telah dilukiskan cukup konsisten sebagai diawali dengan sensasi kehangatan atau tekanan mendalam yang berhubungan dengan 'ejakulasi tak terhindarkan', tahap dimana ejakulasi tak bisa dihentikan. Itu lalu dirasakan sebagai kontraksi nikmat yang tajam dan kuat, yang melibatkan otot pubokoksigeus, sfinkter anal, rektum, perineum dan kemaluan. Beberapa pria melukiskan bagian ini sebagai sensasi pemompa. Akhirnya, aliran hangat cairan atau sensasi 'penembakan' menggambarkan proses sebenarnya aliran semen (cairan sperma) melalui uretra (saluran kencing dalam kemaluan selama ejakulasi). Penting untuk diketahui bahwa orgasme dan ejakulasi bukan merupakan kesatuan di peristiwa yang sama. Walau mereka biasanya terjadi bersamaan, seorang pria dapat mencapai orgasme tanpa berejakulasi.
 
Perbedaan fase orgasme pada jenis kelaminPerbedaan utama antara fase orgasmik wanita dan pria adalah jauh lebih banyak wanita daripada pria yang memiliki kemampuan fisik untuk mencapai satu atau lebih orgasme tambahan dalam waktu singkat tanpa jatuh di bawah tingkat kenaikan gairah seksual. Mengalami orgasme berulang tergantung pada rangsangan dan minat seksual berkelanjutan. Karena semuanya ini tidak terjadi setiap kali bagi kebanyakan wanita, orgasme berulang tidak terjadi pada setiap hubungan seksual. Di sisi lain, saat berlangsungnya ejakulasi, pria memasuki tahap pemulihan yang disebut periode refraktori (pembelokan/pembubaran). Selama waktu ini, orgasme atau ejakulasi lebih lanjut secara fisik tidak mungkin. Namun, beberapa pria bisa belajar mendapat orgasme tanpa berejakulasi,[rujukan?] dengan begitu menjadikannya mungkin untuk mengalami orgasme berulang.
 
Macam-macam OrgasmeAda empat macam tipe orgasme yang dikenali, yaitu:
Orgasme klitoral Di masa lalu, kita tidak tahu bahwa wanita butuh stimulasi klitoris agar mencapai orgasme. Sekarang, rangsangan atas organ ini sering kali digunakan agar wanita mencapai orgasme. Orgasme vaginal Tipe ini melibatkan area yang disebut G-spot dan bagian-bagian sensitif lainnya yang berada di dalam vagina. Orgasme ini sangat berbeda dan secara fisik bisa terasa makin intens tergantung kemampuan pasangan memainkan perannya. Tapi yang jelas, saat Anda mencapainya, energi Anda bukannya menurun, malahan meningkat. Orgasme multipel Saat satu ronde hubungan seksual berlangsung Anda mendapatkan dan merasai puncak-puncak kenikmatan (orgasme) beberapa kali seperti untaian mutiara yang berjejer, itulah yang disebut multipel orgasme. Orgasme seluruh tubuh Memang sangat jarang dialami sebagian besar wanita. Bukan karena sulit dicapai. Dengan latihan yang tepat, wanita, bahkan pria, dapat merasakannya.
 
Sumber : Wikipedia Indonesia

» Read More...